BANDUNG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Deddy Ismatullah, mengkritik penegakan hukum yang terkesan tidak adil. Hal yang paling disoroti adalah antara penegakan hukum untuk kasus korupsi dan terorisme.Untuk kasus korupsi, penegak hukum terkesan bersikap lembek. Hal sebaliknya justru dialami teroris yang selalu mendapat kekerasan.
“Kenapa yang korupsi (ditangani) lemah lembut, sedangkan yang teroris kok sangat keras,” kata Deddy kemarin.
Padahal, kata dia, korupsi jauh lebih jahat daripada terorisme. “Kalau (teroris) dia kan hanya bunuh beberapa orang, tapi kalau korupsi menghancurkan tatanan kebangsaan,” jelasnya.
Bahkan, khusus untuk tindakan terorisme, penegak hukum tidak menegakkan azas praduga tidak bersalah.
“Harusnya azas praduga tidak bersalah, yang ada itu praduga bersalah, salah benar orang ditahan dulu. Enggak boleh itu, bertentangan dengan hukum positif kita,” tuturnya.
Untuk penegakan hukum, pemerintah menurutnya harus melakukan perbaikan. Sehingga hukum bisa benar-benar ditegakkan dan adil. “Saya melihat ini harus diperbaiki,” tegasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar Asal Sopan ^_^