Para demonstran berpawai hari Sabtu di Filipina, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Australia, Korsel, dan berbagai kota besar di Eropa.
Pemrotes di jalan-jalan yang berawal di distrik finansial Wall Street di
New York sebulan lalu telah menyebar ke seluruh dunia. Para demonstran
yang kebanyakan anak muda itu berdemonstrasi menentang kapitalisme,
kemiskinan, ketidaksetaraan, rasisme, tenaga nuklir dan sejumlah
persoalan yang dianggap sebagai penyakit sosial.
Ratusan pemrotes yang berpawai hari Sabtu di Filipina, Jepang, Hong
Kong, Taiwan, Australia, Korea Selatan, berbagai kota besar di Eropa,
dan beberapa tempat lainnya, mengungkapkan dukungan mereka terhadap aksi
protes Occupy Wall Street dan mengutuk apa yang disebut sejumlah orang
“imperialisme Amerika dan perang serta agresi yang dipimpin Amerika.”
Aksi protes yang dipromosikan sebagai Hari Aksi Internasional
direncanakan berlangsung di berbagai tempat di seluruh dunia, termasuk
New York. Demonstran berencana berpawai menentang bank-bank pada siang
harinya, dan berkumpul di Times Square pada malam hari.
Demonstran juga melancarkan aksi mereka melalui media sosial seperti
Twitter, Facebook, dan versi-versi lokal dari situs-situs itu.
Di Eropa, kekerasan pecah di Roma hari Sabtu dalam serangan
demonstran menentang kerakusan perusahaan di seluruh dunia yang diilhami
gerakan “Occupy Wall Street.” Ratusan pemrotes yang memenuhi
jalan-jalan di Roma memisahkan diri dari kelompok utama dan mengamuk.
Mereka lalu memecahkan jendela-jendela dan menyalakan api. Polisi muncul
dalam jumlah besar di ibukota Italia itu.
Di London, baku hantam terjadi antara polisi dan demonstran di tengah
ratusan orang yang berkumpul di dekat katedral St. Paul. Demonstrasi
juga terjadi di Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, dan Prancis,
di mana negara-negara anggota kelompok G-20 bertemu di Paris guna
membahas krisis ekonomi Eropa.
Di Amerika, demonstrasi terjadi di Washington, D.C., New York City
dan pusat-pusat keuangan lainnya. Polisi di Washington D.C., siang hari
Sabtu ini melaporkan sekitar 500 demonstran tengah berpawai di ibukota
Amerika itu.
Di Manhattan, pemrotes diperkirakan berkumpul di Times Square Sabtu
malam. Banyak demonstran memrotes ketidaksetaraan antara kaum kaya dan
miskin, dengan menamakan diri mereka sebagai “kelompok 99 persen” yang
sangat kontras dengan “satu persen” orang yang menurut mereka menguasai
hampir seluruh kekayaan dunia.
( voanews.com/indonesian )
Foto: AP/Gregorio Borgia
Protes ‘anti Wall Street’ di Roma, Italia berubah menjadi rusuh setelah
demonstran membakar mobil-mobil dan memecah kaca-kaca toko
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar Asal Sopan ^_^